Sinergi Komunitas dan Akademisi: Mengintip Keberhasilan LPHD Desa Tampelas dalam Menjaga Ekosistem Katingan
Melanjutkan rangkaian program multicultural co-learning field dalam agenda “The Sustainability of Future Kalimantan”, tim kolaborasi Universitas Palangka Raya (UPR) dan Osaka University bertolak menuju Desa Tampelas, Kabupaten Katingan. Perjalanan ini menjadi salah satu agenda krusial untuk memahami praktik nyata pengelolaan hutan berbasis masyarakat di Kalimantan Tengah. Desa Tampelas merupakan salah satu desa strategis pemegang Hak Pengelola Hutan Desa (HPHD) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan luas wilayah mencapai 6.303 hektar. Di lokasi ini, operasional hutan dikelola secara mandiri oleh Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Tampelas yang berfokus pada optimalisasi pemanfaatan hutan lestari melalui skema perhutanan sosial.
Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa mendapatkan kesempatan langka untuk mengeksplorasi hutan rawa gambut menggunakan perahu kayu tradisional yang dikenal sebagai Ces. Selama perjalanan menyusuri sungai hingga ke Sungai Nusa (anak Sungai Katingan), peserta melakukan observasi langsung terhadap satwa liar, vegetasi asli, hingga melihat proses penangkapan ikan tradisional oleh warga setempat. Selain kegiatan lapangan, para peserta juga menerima pemaparan materi dari LPHD Desa Tampelas mengenai sejarah panjang lembaga serta mekanisme pengelolaan hutan berbasis masyarakat. Program ini menjadi krusial karena LPHD Tampelas memiliki misi penting dalam mengalihkan mata pencaharian warga dari aktivitas pembalakan liar (illegal logging) menuju sektor pertanian dan perikanan yang lebih berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Desa Tampelas diharapkan semakin dikenal di kancah internasional sebagai model keberhasilan pengelolaan hutan desa. Selain itu, para mahasiswa diharapkan membawa pulang pemahaman mendalam mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan rawa gambut sebagai rumah bagi banyak satwa liar di Kalimantan Tengah.
Editor : Tri. H.S
English
Bahasa