Seminar Statistika FMIPA UPR Ajak Siswa Kritis Membaca Data di Era Digital
PALANGKA RAYA – Aktivitas di media sosial, penggunaan aplikasi, hingga interaksi dengan kecerdasan buatan (AI) menghasilkan data yang semakin melimpah. Namun, banyaknya informasi tidak selalu menjamin kebenarannya. Pesan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Seminar Statistika bertajuk “Statistika untuk Generasi Cerdas Data” yang diselenggarakan Program Studi S1 Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Palangka Raya, Jumat (16/10/2026).
Seminar ini menghadirkan Bapak Dr. Muhlis Ardiansyah, SST., M.Si., Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Kalimantan Tengah, sebagai pemateri. Beliau juga menjabat sebagai Ketua Tim Statistik Sumber Daya Hayati BPS Provinsi Kalimantan Tengah dan tutor statistika di Universitas Terbuka. Kegiatan berlangsung secara hybrid, diikuti mahasiswa secara luring serta siswa SMA sederajat se-kota Palangka Raya, dosen, dan peserta umum lainnya secara daring.
Dalam pemaparannya, Beliau menjelaskan bahwa sumber data kini tidak terbatas pada survei, wawancara, dan percobaan. Aktivitas sehari-hari melalui handphone, permainan digital, marketplace, Google Maps, media sosial, hingga penggunaan AI turut menghasilkan data yang dapat dimanfaatkan untuk memahami pola, membuat prediksi, dan menentukan solusi atas berbagai persoalan.
Peserta juga diajak membangun kebiasaan kritis saat membaca informasi, terutama grafik dan konten di media sosial. Pertanyaan seperti siapa sumbernya, dari mana datanya diperoleh, kapan data dikumpulkan, berapa jumlah datanya, dan apakah skala grafik disajikan secara tepat menjadi langkah penting sebelum mempercayai suatu informasi. Materi ini menegaskan bahwa kemampuan memahami data semakin dibutuhkan, termasuk ketika menggunakan AI yang hasilnya tetap perlu diperiksa dan dievaluasi oleh manusia.
Apie, salah satu peserta, mengungkapkan bahwa seminar tersebut membuka pandangannya mengenai sumber data dan pentingnya statistika dalam kehidupan sehari-hari. “Saya menjadi lebih memahami bahwa data tidak hanya berasal dari survei dan wawancara, tetapi juga dari aktivitas sehari-hari dan sistem digital. Saya juga semakin yakin bahwa statistika sangat penting karena membantu kita memahami informasi dan mengambil keputusan yang tepat berdasarkan data,” ungkapnya.
Tak hanya membahas pengolahan data, seminar ini juga memperkenalkan beragam profesi masa depan yang membutuhkan kemampuan statistika, mulai dari data analyst, data scientist, data engineer, spesialis AI, hingga analis data olahraga dan iklim. Penerapannya mencakup berbagai bidang, seperti kesehatan, pertanian, perbankan, bisnis, pemerintahan, dan lingkungan. Wawasan ini memberikan gambaran kepada siswa bahwa statistika memiliki peluang karier yang luas dan relevan dengan perkembangan teknologi.
Melalui seminar ini, peserta diharapkan mampu menjadi generasi yang berani bertanya, cermat memeriksa informasi, kritis menganalisis data, dan kreatif menemukan solusi. Statistika bukan sekadar angka dan rumus, melainkan bekal untuk memahami informasi secara objektif serta mengambil keputusan yang lebih tepat di tengah pesatnya perkembangan era digital.
Editor : Tri H.S
English
Bahasa