FMIPA Unmul dan FMIPA UPR Berbagi Praktik Baik Pengembangan Kurikulum OBE Sesuai Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Mulawarman (Unmul) bersama FMIPA Universitas Palangka Raya (UPR) menyelenggarakan Academic Sharing Session yang mengangkat tema “Revitalisasi Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) dalam Implementasi Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025”. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung PPIIG Universitas Palangka Raya pada Selasa, 30 Juni 2026.
Forum akademik ini merupakan bagian dari penguatan kerja sama antara kedua fakultas dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui penyusunan kurikulum yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan. Pada kesempatan tersebut, Koordinator Program Studi Fisika FMIPA Universitas Mulawarman, Dr. Rahmawati Munir, S.Si., M.Si., hadir sebagai narasumber utama.
Dalam presentasinya, Dr. Rahmawati menjelaskan bahwa penerapan Outcome-Based Education (OBE) menempatkan kompetensi lulusan sebagai fokus utama dalam seluruh proses pendidikan. Oleh karena itu, setiap komponen kurikulum, mulai dari perencanaan hingga evaluasi pembelajaran, perlu disusun secara sistematis agar mampu mendukung pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan.
Ia menegaskan bahwa paradigma penyusunan kurikulum telah mengalami perubahan. Jika sebelumnya lebih berorientasi pada materi yang diajarkan, kini kurikulum harus dirancang berdasarkan kemampuan yang diharapkan dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan studi.
Lebih lanjut, Dr. Rahmawati menyampaikan bahwa terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025 menjadi momentum bagi perguruan tinggi untuk melakukan pembaruan kurikulum. Kurikulum yang dikembangkan diharapkan tidak hanya membekali mahasiswa dengan penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga memperkuat kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, literasi digital, penyelesaian masalah, serta kompetensi profesional yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Sesi diskusi berlangsung aktif dengan membahas berbagai tahapan penyusunan kurikulum berbasis OBE. Topik yang didiskusikan meliputi penyusunan profil lulusan, perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), pemetaan bahan kajian, pengembangan mata kuliah, strategi pembelajaran, hingga sistem asesmen yang mampu mengukur ketercapaian kompetensi mahasiswa secara objektif.
Selain aspek teknis, peserta juga menyoroti pentingnya keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam proses pengembangan kurikulum. Masukan dari alumni, pengguna lulusan, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta asosiasi profesi dinilai menjadi unsur penting agar kurikulum tetap relevan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FMIPA UPR, Made Dirgantara, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghadapi dinamika kebijakan pendidikan tinggi. Menurutnya, kegiatan berbagi pengalaman seperti ini memberikan kesempatan bagi setiap institusi untuk saling mempelajari praktik-praktik terbaik dalam pengembangan kurikulum maupun peningkatan mutu pembelajaran.
Hal senada disampaikan oleh Koordinator Program Studi Fisika FMIPA UPR, Wilson Jefriyanto, S.Si., M.Si., yang mengapresiasi sinergi antara FMIPA UPR dan FMIPA Unmul. Ia berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus berkembang melalui berbagai program bersama, baik di bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Academic Sharing Session yang diikuti oleh dosen Program Studi Fisika FMIPA UPR tersebut berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan dan masukan muncul terkait implementasi OBE, penyusunan asesmen berbasis capaian pembelajaran, pengembangan kurikulum adaptif, serta strategi menghadapi proses akreditasi program studi.
Melalui kegiatan ini, FMIPA Universitas Mulawarman dan FMIPA Universitas Palangka Raya kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat kemitraan akademik melalui pertukaran narasumber, penyelenggaraan kuliah tamu, penelitian kolaboratif, pengembangan kurikulum, serta peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan kurikulum yang semakin relevan dengan kebutuhan pemangku kepentingan sekaligus meningkatkan daya saing lulusan, khususnya di bidang Fisika, dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan tuntutan dunia kerja.
Editor : Tri. H.S
English
Bahasa